Perangkat Desa Demo

Liputan6.com, Jakarta: Ribuan perangkat desa di depan gedung Kementerian Dalam Negeri Jakarta, berakhir ricuh, Senin (13/12). Kericuhan bermula ketika massa, berusaha merangsak masuk kedalam gedung untuk menemui Menteri Dalam Negeri yang sedang bernegosiasi dengan sejumlah perwakilan mereka.

Baju dinas yang mengikat pada kanopi gerbang pun ditarik. Bahkan, pintu gerbang Gedung Kementerian ikut menjadi sasaran amuk pendemo. Akibatnya, pintu gerbang itu pun tumbang setelah massa berhasil masuk ke dalam halaman kantor. Massa juga menghancurkan kanopi yang berada di depan halaman kantor Kementerian Dalam Negeri.

Untuk menghindari aksi massa yang lebih anarkis, polisi langsung berusaha membubarkan massa dengan menyemprotkan air dari water canon. Aksi baru berhenti ketika perwakilan dari Menteri Dalam Negeri keluar menemui massa. Dalam pertemuan itu, Mendagri berjanji akan mengangkat para perangkat desa itu menjadi PNS. (APY/Vin

Soal terlambat, tes CPNS molor

KENDAL - Pelaksanaan tes CPNS Kabupaten Kendal secara mandiri molor hingga empat jam. Akibatnya para peserta mengeluh dan kecewa. Molornya tes dikarenakan distribusi soal dari pihak ketiga yang digandeng pemkab, yaitu Politeknik Negeri Semarang (Polines) dengan alasan antisipasi kebocoran soal. Akibat molornya tes CPNS, Bupati Kendal Widya Kandi Susanti menyampaikan permohonan maafnya kepada para peserta dan masyarakat.

’’Keterlambatan terjadi dari Polines. Kita memaklumi karena untuk menghindari kebocoran soal dan demi pelaksanaan tes yang lebih fair dan transparan,’’ ujar bupati pada wartawan, pemantau independen dan perwakilan Komisi A DPRD Kendal di Operasional Room (OP) Setda, Minggu (12/12).

Bupati mengatakan, sebanyak 20 persen soal tes CPNS yang datang terlambat dan baru datang di pemkab sekitar pukul 10.00 WIB. Agar pelaksanaan CPNS dapat dilakukan secara serentak maka tes CPNS yang seharusnya dimulai pukul 08.00 WIB diundur sampai pukul 12.00 WIB atau molor sampai empat jam.

’’Keterlambatan tes PNS tidak hanya terjadi di Kendal tapi juga sejumlah kabupaten yang bekerja sama dengan Polines, seperti Klaten dan Wonosobo. Di Wonosobo informasinya juga molor dan baru dimulai pukul 12.00 WIB,’’ ujar bupati.

Anggota Komisi DPRD Kendal, dr Joko Kartono menilai, pelaksanaan tes CPNS Kendal tahun ini sangat buruk karena terjadi kemoloran waktu hingga empat jam. Menurut Joko, seharusnya kemoloran tidak terjadi jika pemkab merespon positif masukan-masukan yang selama ini diberikan oleh masyaraka.

Menurut Joko, selang waktu antara pukul 08.00 WIB-12.00 WIB bisa terjadi banyak kemungkinan. Apa pun alasannya kemunduran tes CPNS bisa mengakibatkan kefatalan. ’’Sebagai perbandingan tes CPNS Semarang berlagsung lancar dan on time,’’ ujarnya.

Kecewa
Salah seorang peserta CPNS yang mendaftar di formasi Keperawatan DIII, M Zaenal Arif mengatakan, sangat kecewa dengan molornya pelaksanaan tes. Arif mengatakan, banyak peserta yang sampai belum sarapan karena khawatir terlambat, tapi kenyataanya sampai di lokasi molor sampai empat jam. Ini jelas mengecewakan,’’ kritiknya.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Kendal, Drs Agus Sumaryono mengatakan, pada saat mengantar soal, penyimpanan, pendistribusian ke peserta sampai ke pengembalian jawaban selain dijaga oleh Satpol PP, juga melibatkan aparat kepolisian. Mar/SR

Aktivitas Gunung Bromo

Probolinggo: Sejumlah wisatawan dari Vietnam, Amerika Serikat, dan Inggris memadati Dusun Cemorolawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu (4/12) pagi. Asap Gunung Bromo yang terus keluar dari dalam kawah dengan ketinggian sekitar 200 sampai 300 meter memikat para wisatawan asing.

"Saya tidak pernah melihat pemandangan seperti ini. Bagi saya fenomena ini sangat menarik," kata Lee, wisatawan asal Amerika Serikat di sela-sela menikmati pemandangan Gunung Bromo dari Dusun Cemorolawang.

Ia bersama enam rekannya berada di Bromo sejak Jumat kemarin. "Namun saya dan teman-teman baru bisa melihat pemandangan Bromo pagi ini," katanya.

Kawasan Gunung Bromo sejak Jumat pagi tertutup kabut sehingga banyak wisatawan yang kembali ke hotel lantaran tidak bisa melihat fenomena alam yang menarik itu. Sementara siang sampai sore harinya kawasan itu diguyur hujan deras.

Pada Sabtu pagi cuaca di sekitar Gunung Bromo cerah, sehingga asap berwarna putih kemerahan masih terus berembus dan mengarah ke timur laut. Sementara itu, Alex, wisatawan asal Inggris sengaja datang ke Gunung Bromo untuk melihat fenomena yang jarang sekali terjadi, kendati dari jarak sekitar tiga kilometer.

Meski kawasan Gunung Bromo terlarang bagi wisatawan akibat meningkatnya aktivitas vulkanik, para pengunjung terus berdatangan. Selain wisatawan asing, kepulan asap Bromo juga mampu mengundang minat wisatawan lokal.

Sebelumnya, Pemkab Probolinggo menggagas pengemasan Gunung Bromo lebih menarik lagi dengan menjual daya tarik asap melalui program "Bromo Smoke".(Ant/IDS/ULF)